Jadi, Laravel adalah salah satu framework PHP yang mengusung ideologi baru dalam proses penciptaannya. Beda sama framework lainnya, Laravel lebih mengutamakan aspek “clean code” dan “expressiveness". Framework ini mengaku “clean and classy”, kodenya lebih singkat, mudah dimengerti, dan ekspresif, jadi hanya dengan membaca sekilas kode yang ditulis Anda sudah bisa menduga apa maksudnya tanpa perlu membaca dokumentasi.
Laravel dikembangkan pada bulan April 2011 sama developer keren, namanya Taylor Otwell. Kata beliau dia bikin Laravel karena pingin punya framework yang lebih up to date ke versi PHP terbaru (5.3) dan lebih nyaman dipakai. Sebelum itu juga dia sudah banyak explore framework lainnya.
Taylor Oatwell, ternyata memiliki latar belakang .Net loh. Seperti yang sudah umum diketahui, teknologi .Net biasa digunakan untuk membuat aplikasi enterprise. Dan Taylor Oatwell mencoba mengaplikasikan pengalamannya tersebut ke dalam Laravel. Dia baru mulai belajar PHP setelah versi 5.3 dirilis dan Laravel sangat beruntung karena keterlambatan mengenal PHP tersebut membuat Laravel tidak terkontaminasi dengan ‘backward compatibility’ PHP dan bisa fokus memanfaatkan fitur-fitur barunya. Wow.
Kalo masalah performance, jangan ditanya lagi. Menurut info yang beredar Laravel sangat cocok buat aplikasi kecil hingga aplikasi besar, di desain simple dan cepat. Bahkan sudah direkomendasikan sama reviewer kaya envato.com . Yuk coba kita bandingkan sama salah satu framework PHP yang terkenal saat ini, CodeIgniter.
| (source http://www.web-and-development.com/laravel-vs-codeigniter/) |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar