Kemaren kan udah pada kenalan dan belajar instalasi laravel kan ya, nah sekarang aku mau ngajak kalian semua buat bedah isi laravel itu sendiri. Masa iya nginstall doang enggak ngerti maksudnya itu apaan hehe. Yuk cekidot!
Oh ya, fyi aja ini aku dapet referensi banyak banget buat belajar. Mirisnya, yang beneran mudah dipahami itu malah yang judulnya "Laravel for dummies". Hiks. Miris. Dummies.
Kalian para pembaca mungkin udah nggak asing lagi ya sama framework Codeigniter. Nah si laravel ini nggak jauh beda kok sama si CI. Kita bakalan tetep main main sama controller, model, dan view alias MVC. Belum tau konsep MVC? Cobak belajar lagi deh ya, banyak kok referensinya. Here we gooooo!
Controllers
Tuh kan nggak jauh jauh dari CI kan. Di laravel kita juga punya yang namanya controller. Coba buka direktori project yang udah dibuat, lalu masuk keapp/controllers. Disinilah tempat kita menaruh controller yang akan kita buat. Ini sedikit contoh script controller :
<?php
class BaseController extends Controller {
/**
* Setup the layout used by the controller.
*
* @return void
*/
protected function setupLayout()
{
if ( ! is_null($this->layout))
{
$this->layout = View::make($this->layout);
}
}
}
Jika kita menggunakan CI, kita perlu melakukan otomatisasi routing. Sama, di laravel kita juga perlu mengatur routing. Buka
app/routes.php dan kita akan menemukan kode seperti berikut ini :
Route::get('/', function()
{
return View::make('hello');
});
Views
Direktori view ada padaapp/views. Nah disini nih kita bisa bikin halaman view nya. Sedikit contoh skrip view (bukan default) :
<?php
// app/controllers/ScrapeController.php
class ScrapeController extends BaseController {
public function getIndex() {
echo "Scrape index page.";
}
public function getNode($node) {
$data = array('node' => $node);
return View::make('node', $data);
}
}
?>
Models
Model dibuat pada direktoriapp/models. Kalau pada CI terdapat beberapa ORM (Object Relational Mapper) yang lebih memudahkan kita berurusan dengan tabel database, di Laravel kita punya built-in ORM yang namanya "Eloquent". Jika kita ingin menggunakannya waktu membuat model, kita harus melakukan extend terhadap class Eloquent. Nah, Eloquent memuat beberapa asumsi :- Setiap tabel memuat satu primary key yang disebut
id. - Setiap Eloquent model dinamai dalam bentuk singular/tunggal, sedangkan tabel yang bersangkutan dinamai dalam bentuk plural/jamak. Contohnya nama tabel “nodes”; nama Eloquent model “node”.
Contoh model
app/models/namafile.php
<?php
use Illuminate\Auth\UserTrait;
use Illuminate\Auth\UserInterface;
use Illuminate\Auth\Reminders\RemindableTrait;
use Illuminate\Auth\Reminders\RemindableInterface;
class User extends Eloquent implements UserInterface, RemindableInterface {
use UserTrait, RemindableTrait;
/**
* The database table used by the model.
*
* @var string
*/
protected $table = 'users';
/**
* The attributes excluded from the model's JSON form.
*
* @var array
*/
protected $hidden = array('password', 'remember_token');
}
The orientation is done! Sekian dulu postingan kali ini, habis ini bakalan ada cara bikin project dengan Laravel. Keep in touch yaa, bye.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar